Kamis, 19 Oktober 2017

Sebuah catatan

Hasil gambar untuk nur allah

Tuhan dalam mengatur kehidupan ini memiliki cara dan gaya dalam setiap individu dan itu sesuai dengan yang dikehendaki oleh sang pengatur alam, tak hayal dari diri kita bertanya tanya Mengapa? seolah kita ragu akan kualitas Tuhan kita, padahal tak seharusnya kita ragu dengan apa yang dikehendaki Tuhan. Ada banyak sekali kasus dalam kehidupan mulai dari ekonomi, kesehatan, budaya, karir, dan lain lain yang tentunya semua itu datang dari Tuhan kita Allah, orang yang mendapat cerita hidup tentang karir pasti bertanya mengapa aku dilahirkan sebagai seorang Guru, atau dokter atau pengusaha dan sebagainya apakah karir kita ini akan menjadikan kita bisa berinteraksi kepada sang sutradara dunia apakah dengan karir ini kita bisa mengenal sang sutradara dunia dan seharusnya bisa dan harus bisa tidak setelah kita sukses dengan suatu karir dunia itu kita terhenti dan puas dengan pencapaian kita kemudian kita bersyukur pun masih belum mencapai apa yang dikehendaki Allah dengan jalan karir kita, kemudia apa ? tentunya dengan karir yang diberikan kita bisa tau kedudukan kita sebagai hamba dan makhluk dengan diberi rezki kita tau kedudukan hamba dan makhluk dengan diberikan nya kita kesehatan atau sakit kita bisa tau posisi kita sebagai hamba dan makhluk dengan berbekal itu kita sebenernya sudah harus sedikit tau hakikat dari Rezki, kesehatan, karir dll itu dengan tidak melupakan apa yang dikehendaki Allah kepada kita

Dalam hal ini tentunya kita tak bisa serta merta mengetahui kehendak Allah terhadap kehidupan kita tanpa ada sedikit demi sedikit pendekatan harus ada sebuah birokrasi antara makhluk dengan Tuhan

bagaimana melakukan birokrasi dengan Tuhan? 

Allah memang maha segalanya bisa berhubungan dengan semua makhluknya kapanpun dan dengan cara kondisi bagaimanapun sesuai kehendak Allah tapi Allah tidak melakukan itu sebab Allah zat yang maha Suci tak ada makhluk di jagad alam ini yang mampu beraudensi langsung dengan zatnya Allah adapun Kanjeng Nabi Muhammad SAW karena zat Rasulallah memang berasal dari nurNya Allah sehingga saat perjalanan Mi'raj beliau bisa beraudensi secara langsung tanpa perantara malaikat Jibril, lantas bagaimana dengan umatnya yang ingin beraudensi dengan Allah cukup dengan perantara atau Birokrasi kita bisa melalui Nur Muhammad SAW karena Beliaulah satu satunya cara agar kita bisa mengenal Allah dan beraudensi dengan Allah secara garis besar Oleh Beliau Mu'alif Sholawat Wahidiyah Mbah K.H. Abdul Madjied Ma'roef QS wa RA diterangkat antara Nur Allah Nur Muhammad dan makhluk ibarat Kapas, Benang dan Kain. Kapas adalah Nur Allah Benang adalah Nur Muhammad dan Kain adalah makhluk ini gambaran yang sangat jelas dan gamblang untuk mengetahui kedudukan kita makhluk. Sejatinya kain itu tidak ada apabila kita lihat sejatinya itu adalah benang yang dianyam sedemikian rupa sehinga menjadi kain, begitupula dengan benang apabila kita teliti lagi benang itu tidak ada yang ada hanya kapas yang dibentuk menjadi benang, sehingga jika kita ingin mengetahui Allah kita harus bisa merasakan dirikita makhluk itu tidak ada yang ada hanyalah Nur Allah SWT dan Nur Muhammad SAW 

Rabu, 13 Januari 2016

Kejar target

apa target kita di tahun ini ?
target kita di bulan ini ?
target kita di minggu ini ?
dan target kita besok ?

apakah kita sudah merencanakan suatu target untuk diri kita ?
jika iya apakah target kita sudah tercapai ?
jika sudah tercapai seperti apakah kita mencapainya ?

terkadang kita selalu memaksakan diri kita sampai kita bekerja sanggat keras demi bisa tercapainya sebuah target. apakah hal seperti bisa dibilang sukses? jika kita berusaha keras dan satu target kita tercapai tetapi di sisi lain kita menghilangkan hak hak dari apa yang seharusnya didapatkan oleh diri kita atau orang lain bukankah itu sama saja kita dapat satu tapi kita kehilangan satu

bagaimana kita bisa mendapatkan target kita dengan tidak menghilangkan hak
kita jangan memasang target dan harapan melebihi apa yang kita bisa bertahaplah step by step setelah kita sedikit berada di atas maka target kita otomatis akan meningkat kita targetkan dulu apa yang paling mungkin bisa kita lakukan dengan santai setelah itu target yang di atasnya pun akan lebih santai untuk dikejar

banyak keluarga muda kini sering membuat sebuah planing kedepan bagus sih dia menargetkan dalam jangka waktu sekian tahun punya rumah dan dia tidak memperhitungkan kemungkinan apa yang akan terjadi selama satu tahun dua tahun itu disana mungkin kita akan kehadiran seorang anak tentu itu akan mengurangi tabungan kita dan target awal kita menjadi kacau

bagaimana tidak jika kita dihadapkan oleh kenyataan yang kenyataan itu sama sekali tidak pernah kita fikirkan sebelumnya

pokoknya kita berjalan sesuai dengan koridor yang telah ditentuan oleh sang pencipta yang Agung ini saja lah dulu bukan kita berputus asa dan seolah olah tak punya harapan loo..... tapi kita berjalan sesuai apa yang di kehendaki oleh Tuhan kita saja jika itu kehendak kita lebih baik jangan dipaksakan kita tak akan bisa mewujudkan kehendak kita andapun itu bisa pasti hasilnya jelek karena tak mendapat ridho dari Allah

Kamis, 07 Januari 2016

Gunakan Bahasa Indonesia



mari kita awali hari ini dengan senyum. :)
fenomena yang sering muncul di kalangan remaja kita akhir khir ini membuat keraguan akan rasa nasionalisme terhadap penerus perjuangan bangsa / generasi muda kian melemah. bagaimana tidak kecintaan terhadap identitas negara kian tergerus oleh moderenisasi yang berkembang pesat yang menjiplak budaya budaya asing, parahnya itu memikat hati para kaum pemuda kita. contoh pengunaan bahasa kita sebagai warga negara indonesia tentunya memiliki bahasa indonesia yang telah di kembangkan oleh para pakar bahasa tetapi itu ternyata tidak menimbulkan kepuasan terhadap generasi muda seoalah mereka seperti Profesor bahasa yang ingin menambah atau menganti kata kata menjadi aneh dan lebih menjiplak dari bahasa asing (lo, gue, dsb)
kemudian lagi ketika dalam keseharian kita lebih berbicara mengunakan bahasa ingris. padahal kita sedang berada di dalam negri dan sedang berbicara dengan sesama orang indonesia ok jika kita berbicara dengan turis asing boleh kita mengukannya dan bahkan itu harus tapi ketika dalam kita berkomunikasi dengan masyarakat indonesia sendiri ada kalanya kita tambahi dengan kata kata bahasa ingris biar terlihat lebih intelek lah atau apa lah sebagai warga negara indonesia yang mengaku cinta tanah air harusnya mencintai budaya dan bahasa kita juga terlebih kaum remaja yang masih memiliki sifat labil dalam dirinya jika kita mengikuti apa yang keren menurut kita bukanyya INDONESIA ini keren buat kita semua .... yuuk kita cintai bahasa kita

Senin, 04 Januari 2016

saat Allah tak lagi cinta

saat Allah tak lagi cinta

kita sebagai artis yang disutradarai langsung oleh sang maha sagala galanya yaitu Allah SWT yang mampu menjadikan kita  kaya, miskin, jelek, bagus, pintar, bodoh, atau bahkan penjahat dsb sesunguhnya banyak sekali karakter karakter manusia yang kesemuanyya itu adalah hasil dari buah karya Tuhan semesta alam Allah telah menentukan peran untuk kita didunia ketika allah menjadikan kita Orang kaya maka berperilakulah seperti layaknya orang kaya jika Allah menjadikan kita pengemis, jadilah kita sebagai pengemis dan jiwai peran kita sebagai pengemis atau orang miskin begitu juga dengan peran peran yang lainnya
begitu indahnya kehidupan kita didunia ini saat kita bisa memerankan apa yang diminta oleh Allah peran yang sesuai dengan kehendak Allah dalam sebuah adegan hidup jauh sebelum kita terlahir Allah telah menentukan peran bagi kita untuk di mainkan dalam kehidupan didunia ini, seharusnya jika kita sadar kita tidak perlu kaget dengan peran yang kita dapatkan, bafsu kita kita ingin memilih peran yang baik baik saja, yang bagus, pintar, kaya tapi bukan itu maksut Allah, kita ibaratkan sutradara dan artis sebuah film saja sang aktris harus patuh pada sang sutradara benar saja jika dalam film film bisa saja kita bisa patuh mengapa dengan sang maha kuasa kita mengelak dan tidak setuju dengan keputusanNya
jika kita tetap berserikeras melawan bukannya kita tak kuasa melawan sang maha kuasa Allah berkuasa atas diri kita dan jika kita tetap menolak peran yang diberikan olehNya maka Allah akan menghancurkan kita beruntung jika kita hanya dihancurkan oleh Allah jika kita sampai diusir oleh Allah bagaimana ?
kembali ke topik kita saat tak ada lagi keharmonisan dalam kehidupan ini (hablumminallah) tak ada lagi sinkron dengan sang maha sutradara / sutradara agung jangankan kita bisa mencapai apa yang kita inginkan dalam kita menjalani hidup pun akan terasa runyam tak ada ketentraman karena kita tidak mendapat CINTA dari sang maha sutradara Allah SWT kita telah memutuskan untuk menolak dan mengiyakan keinginan kita
coba kita rasakan saat kita berusaha keras untun merubah nasibkita tapi kita tidak menjalin hubungan dengan sutradara agung perjuangan kita akan sulit berat dan mungkin kegagalan yang kita temuai jika berhasil kita patut waspada terhadap penglulu dari sutradara agung
Kemudian apakah berarti kita tidak bisa merubah peran kita didunia?
jawabnya TIDAK BISA kita tak kan bisa merubah peran kita sendiri kecuali jika Allah yang merubahnyya dan itu mungkin terjadi jika kita melakukan pendekatan pendekatan kepada Allah dengan pendekatan yang sebagaimana mestinya melihat kedudukan dan tata cara yang telah ditentukan Jadi jangan berkecil hati lakukanlah pendekatan itu untuk merubah nasib kita menjadi lebih baik ......... :)

Jumat, 01 Januari 2016

Tahun baru Tradisi atau kebiasaan





Tahun 2015 baru saja kita lalui tentu banyak kejadian kejadian yang masih teringat di dalam fikiran kita, atau ada sebuah kenangan moment yang indah yang tak taerlupakan di tahun 2015. Tapi kini semua telah berlalu dan berganti satu digit angka yaa tahun baru 2016 banyak do’a adan harapan yang kita panjatkan di awal tahun baru ini entah itu tentang ekonomi, kesehatan, jodoh, dll tapi ada sedikit hal yang membuat semua menjadi tak enak di rasakan setiap memasuki awal tahun baru. Fenomena remaja yang membunyikan knalpot motornya dengan keras dan terkesan arogan di jalan menjadikan perayaan awal tahun baru kita menjadi berisik, dan mengurangi makna dari tahun baru itu 

Kalua di lihat lihat sebenarnya hal seperti itu merupakan suatu kebiasaan masyarakat kita ataukah ini memang sudah menjadi tradisi/budaya kita? Tanda tanyya besar bagi kita 

Menengok kebelakang dari segi social pun hal semacam itu sangat bertentangan sekali kita membuat gaduh tapi di sisi lain orang lain merasa terganggu berisik dan sebagainya
Dari segi agama apalagi agama tidak menganjurkan umatnya setiap tahun baru harus dengan berfoya foya, konfoi, pesta, bersenang senang malahan kita di anjurkan untuk berdo’a bertafakur merenungi segala kesalahan yang telah kita lakukan ditahun sebelumnya agar di tahun baru ini kita menjadi manusia yang lebih baik dan baik lagi 

Memang bukan perkara mudah kita merubah perilaku budaya yang sudah mengakar dalam diri manusia walau itu budaya yang salah menurut agama dan negara butuh proses, waktu dan pengorbanan yang panjang dan luarbiasa untuk itu bahkan bisa jadi dibilang hamper mustahil, tapi inlah hidup ada banyak cara manusia untuk menentukan kesenangan dirinya dan itu sudah menjadi ketetapan Allah kita tak kan bisa merubahnya 

Ok semoga tahun baru kita menjadikan barokah untuk diri kita dan orang lain 

Selamat tahun baru 2016 semoga bisa menjadi meningkatnya Iman kita kepada Allah J

Rabu, 30 Desember 2015

TUGAS PENGAMATAN POLA ASUH ANAK DALAM KELUARGA

TUGAS PENGAMATAN POLA ASUH ANAK  DALAM KELUARGA


TUGAS PENGAMATAN POLA ASUH ANAK
DALAM KELUARGA

Dosen Pembimbing
IFA ARISTYA SANDRA, S.Pd. M. Pd



DISUSUN OLEH :

NAMA       : SAYIDATI UMI HANIK
NPM           : 1118130412
PRODI       : PG PAUD / R/ 2013
KPP            : PLUMPANG


UNIVERSITAS PGRI RONGGOLAWE TUBAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PG PAUD 2013
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL .....................................................................................................
KATA PENGANTAR .......................................................................................................
DAFTAR ISI …………………………………………………………………………….
BAB I. PROFIL ANAK …………………………………………………………………
1.1   Identitas  anak ……………………………………………………………….
1.2   Identitas orang tua …………………………………………………………...
1.3   Kondisi anak saat pengamatan berlangsung …………………………………
1.4   Latar belakang, permasalahan, tujuan yang digunakan
dalam pengamatan ……………………………………………………………
BAB II LANDASAN TEORI
            2.1 Pengasuhan …………………………………………………………………...
            2.2 Pola asuh orang tua …………………………………………………………..
            2.3 Gaya pola asuh orang tua …………………………………………………….
            2.4 Faktor yang mempengaruhi pola asuh orang tua …………………………….
BAB III PENYAJIAN DATA
            3.1 cerita kelahiran ………………………………………………………………
            3.2 lembar pengamatan ………………………………………………………….
BAB IV ANALISIS HASIL PENGAMATAN PERKEMBANGAN…………………
BAB V KESIMPULAN ………………………………………………………………..



KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang pengamatan pola asuh anak dalam keluarga.

    Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
   
    Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.


Tuban, 28 November 2015


    Penyusun
PROFIL ANAK
1.1  IDENTITAS ANAK

Nama                                 : Tia Amelia
Nama panggilan                : Tia
No. induk                          : 038
Jenis Kelamin                    : Perempuan
Tempat, tanggal lahir        : Tuban,
Agama                               : Islam
Anak ke                             : 2 (dua)
Usia                                   : 04 Th

1.2  IDENTITAS ORANG TUA
A.    AYAH

Nama                                 : HARIYANTO
Tempat, tanggal lahir        : Blora, 7 Januari 1978
Pekerjaan                           : Tani
Agama                               : Islam
Alamat                              : Dsn. Penebusan Desa Kepohagung Kec. Plumpang

B.     ibu

Nama                                 : DARSIMAH
Tempat, tanggal lahir        : Tuban, 23 Februari 1980
Pekerjaan                           : Mengurus Rumah Tangga
Agama                               : Islam
Alamat                              : Dsn. Penebusan Desa Kepohagung
Kec. Plumpang





1.3  Kondisi anak pada saat pengamatan berlangsung
A.    Kondisi Fisik
Ketika pengamatan ini berlangsung kondisi fisik tia memiliki muka yang cerah, kondisi mata yang berwarna putih bening dan jernih, maka bisa dikatakan kondisi Tia sehat, ditambah juga Tia mempunyai daya tahan tubuh yang kuat sehingga meskipun sering meminum es tia jarang sekali terkena flu / batuk pilek. Tia juga sering diajak main kerumah temannya, tia sangat menikmati permainannya itu dengan menunjukkan ekspresi wajah yang senang dan riang.
B.     Kondisi Psikis
Kondisi psikis tia pada saat pengamatan berlangsung tia dalam keadaann baik dan ceria, karena tia tinggal dengan keluarga yang menyanyanginya dan ibu yang selalu menjaganya dalam kondisi yang baik sehingga mempengaruhi psikis tia sehingga tia kelihatan sangat bersemangat dan menunjukakan antusias untuk melakuakan kegiatan selanjutnya.
C.     Kondisi Sosial Ekonomi Keluarga
Kondisi social ekonomi tia bisa dibilang menengah kebawah karena ayahnya yang bekerja sebagai petani dan ibunya sebagai ibu rumah tangga tia tingga disebuah desa rumahnya sangat-sangat sederhana dan terletak dipinggir jalan umum bukan jalan raya hanya jalan desa sehingga suasananya tidak begitu ramai, disamping kanan kiri rumah tia masih banyak pepohonan sehingga dilingkungan sekitar masih sejuk pandangannya.











D.    Kondisi pembelajaran
Kondisi pembelajaran tia sangat pengamatan cukup baik karena tia mampu mengikuti pelajaran dan penjelasan dari guru walaupun kadang tia sering mendengarkan dengan bermain,


1.4  Latar belakang, permasalahan, tujuan yang digunakan dalam pengamatan

A.    Latar Belakang
Keluarga merupakan lingkungan yang pertama dan utama bagi anak, anak memperoleh pengalaman pertama dari keluarga. Keluarga merupakan pondasi dan investasi anak untuk membangun kehidupan social dan bermasyarakat menjadi lebih baik dalam keluarga nilai-nilai social lebih efektif dilakukan peran aktif orang tua terhadap perkembangan anak sangat diperlukan terutama pada saat masih usia dibawah lima tahun. Keluarga menjadi hal penting dalam membawa anak untuk menjadi individu yang baik.
Keluarga merupakan pusat pendidikan yang pertama dan terpenting peranan orang tua adalah memberikan dasar pendidikan sikap dan ketrampilan mendidik anak merupakan kewajiban bagi setiap orang tua dalam membentuk pribadi anak. Lewat sosialisasi yang baik anak merasa diperhatikan oleh orang tua sehingga ia mempunyai motivasi dalam membentuk kepribadian yang baik. Dipengaruhi oleh factor keturunan alam lingkungan atau asuhan.
B.     PERMASALAHAN
1.      Bagaimana peran keluarga dalam perkembangan anak
2.      Bagaimana bentuk pola pengasuhan dalam konteks perlindungan anak

C.     TUJUAN
1.      Menggambarkan peran keluarga dalam perkembangan anak
2.      Mengambarkan bentuk pola pengasuhan keluarga dalam konteks perlindungan anak



BAB II
LANDASAN TEORI
2.1  Pengasuhan
2.1.1        Menurut BERN (1997)
Pengasuhan menurapak proses yang berlangsung terus-menerus dan melibatkan interaksi antara ornga tua dan anak.
2.1.2        Menurut Jarume Kagan (1975)
Pengasuhan sebagai suatu alat untuk melaksanakan suatu rangkaian pengambilan keputusan untuk mesosialisasikan nilai kepada anak.
2.1.3        menurut Hog hughi (2004)
pengasuhan mencakup beragam aktifitas yang bertujuan agar anak dapat berkembang secara oktimal dan dapat bertahan hidup dengan baik.
2.2  Pola Asuh Orang Tua
2.2.1        Pola asuh Demokratis adalah pola asuh yang memprioritaskan kepentingan anak, akan tetapi tidak ragu-ragu mengendalikan mereka. Orang tua dengan pola asuh ini bersikap rasional, selalu mendasari tindakannya pada rasio atau pemikiran-pemikiran. Orang tua tipe ini juga bersikap realistis terhadap kemampuan anak, tidak berharap yang berlebihan yang melampaui kemampuan anak. Orang tua tipe ini juga memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih dan melakukan suatu tindakan, dan pendekatannya kepada anak bersifat hangat.
2.2.2  Pola asuh otoriter sebaliknya cenderung menetapkan standar yang mutlak harus dituruti, biasanya dibarengi dengan ancaman-ancaman. Misalnya, kalau tidak mau makan, maka tidak akan diajak bicara. Orang tua tipe ini juga cenderung memaksa, memerintah, menghukum. Apabila anak tidak mau melakukan apa yang dikatakan oleh orang tua, maka orang tua tipe ini tidak segan menghukum anak. Orang tua tipe ini juga tidak mengenal kompromi, dan dalam komunikasi biasanya bersifat satu arah. Orang tua tipe ini tidak memerlukan umpan balik dari anaknya untuk mengerti mengenai anaknya.
2.2.3 Pola asuh Permisif atau pemanja biasanya meberikan pengawasan yang sangat longgar. Memberikan kesempatan pada anaknya untuk melakukan sesuatu tanpa pengawasan yang cukup darinya. Mereka cenderung tidak menegur atau memperingatkan anak apabila anak sedang dalam bahaya, dan sangat sedikit bimbingan yang diberikan oleh mereka. Namun orang tua tipe ini biasanya bersifat hangat, sehingga seringkali disukai oleh anak.





2.3 Gaya Pola Asuh Orang Tua
2.3.1 Authoritarian

Orang tua dengan gaya pengasuhan ini dinilai rendah dalam penggunaan kontrol rasional.
2.3.2 Authoritative

Gaya pengasuhan authoritative adalah kombinasi dari pengasuhan dengan kontrol yang tinggi dan pemberian dukungan yang positif bagi kemandirian anak.
2.3.3 Permissive
Orang tua dengan gaya pengasuhan permissive memberikan sedikit tuntutan dan menekankan sedikit disiplin.
      2.4 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pola Asuh
               Hurlock (2003) mengemukakan bahwa beberapa faktor yang dapat mempengaruhi orangtua dalam memilih pola asuh, yaitu :
2.4.1   Hereditas
           Hereditas atau keturunan merupakan aspek individu yang bersifat bawaan dn memiliki potensi untuk berkembang
2.4.2 Lingkungan 
              Lingkungan merupakan faktor yang sangat menentukan tercapai atau tidaknya potensi bawaan. Lingkungan yang cukup baik akan memungkinkan tercapainya potensi bawaan, sedangkan lingkungan yang kurang baik akan menghambatnya (Soetjiningsih, 1999).
Meliputi :
a.          Pola Asuh Orangtua
b.         Kesamaan pola asuh masa lalu orang tua
c.          Usia orangtua








BAB III
PENGAJIAN DATA
3.1 Cerita kelahiran
            Alhamdulillah dengan segala puji syukur telah lahir tia dengan selamat, sehat dan tanpa kekurangan suatu apapun semenjak kelahiran kakanya tia sangat menambah titipan dari yang kuasa lagi, keluarga tia menunggu dengan sabar dan berdua serta berusaha akhirnya dengan pertolongan yang maha kuasa kelahiran ibu tia melahirkan tia dengan selamat. Keluarga tia sangat bersyukur dengan kelahiran anak ke 2 itu sejak kelahiran tia keluarga itu merasa bahagia sekarang tia tumbuh menjadi anak yang pintar, mandiri dan periang.

3.2  Lembar Pengamatan
Nama
Tia Amelia
Nama Panggilan
Tia
Tempat Pengamatan
PG AL FATIH
Pengamatan ke
1 dan 2

Pengamatan Pertama
Setiap bel berbunyi sebelum masuk kelas berbaris dihalaman sambil ibu guru bertanya hallo………. Hai………….. bagaimana kabarnya hari ini ……….. Alhamdulillah, luar biasa , Allahu Akbar yes. Setelah berjabat tangan dengan mengucapkan salam dan masuk kedalam kelas. Seperti biasa setelah masuk di dalam kelas lalu ibu tia pulang untuk membersihkan pekerjaan rumah. Tia yang sudah biasa mandiri itu duduk sambil bernyanyi –nyani tia jarang mendengarkan penjelasan dari ibu guru saat ibu guru memberikan kegiatan menarik atau menghubungkan garis yang ada tia tidak menggambar di atas dengan cara begitu memperhatikan. Tia memang pandai tia bisa menyelesaikan gambar dengan menghubungkan garis yang ada tia selesai lebih cepat di banding teman-temanya.

Pengamatan Kedua
Pengamatan dihari kedua itu guru mengajak anak-anak untuk melipat membuat topi, seperti biasa tia anak periang itu mengerjakan tugas melipatnya itu sambil menyanyi lagi topi saya bundar setelah selesai lalu tia berdiri dan maju kedepan ibu guru. Ini seperti topi kupluk tia yang sering dipakai waktu pergi ke sawah. (kata tia) iya betul sekali saying tia pinter sambil ketawa tia kembaali duduk lagi dikursinya.

Nama
Tia Amelia
Nama Panggilan
Tia
Tempat Pengamatan
PG AL FATIH
Pengamatan ke
3 dan 4

Pengamatan Ketiga
Pada pengamatan ketiga ini tia masuk sekolah dengan wajah ceria sambil menggandeng tangan ibunya, selamat pagi mba tia (sapa ibu guru) selamat pagi buguru, hari ini ibu guru mau mengajak untuk meronce manic-manik, ditengah-tengah kegiatan tia tiba-tiba menangis, waktu ditanya ibu gruru karena tidak bisa memasukkan benang didalam manik – manik.
Setibanya dirumah tia cerita sama ibunya dan ibunya menanggapi dengan halus member pengertian mba tia jangan nangis mba tia masukkan benang itu pelan-pelan mba tia pasti bisa (kata ibunya sambil memberikan dukungan )

Pengamatan Keempat
Hari pengamatan ke mepat ini kegiatan paling disukai oleh tia yaitu menghitung bola dan mengumpulkan warna bola, dan hari ini tia ditungguin oleh ibunya karena pekerjaan rumah ibu tia sudah selesai waktu istirahat tia pun mau beli jajan karena gak ada uang pas tapi tia tidak menolak tetep mau beli jajan sendiri lalu ibunya oun dengan bangga karena anaknya benar-benar sudah bisa mandiri, lalu ibunya pun ngasih uang jajan itu dengan ada kembaliannya.



Nama
Tia Amelia
Nama Panggilan
Tia
Tempat Pengamatan
PG AL FATIH
Pengamatan ke
5 dan 6

Pengamatan Kelima
Pengalaman dihari kelima seperti biasa ananda tia diantar oleh ibu dan dibekali makanan dan minuman karena pagi ini ananda tia beserta teman-teman mau diajak jalan-jalan dilingkungan sekitar sekolahan masih banyak anak-anak ibunya ikut jalan dibelakangnya tapi ibu tia seperti biasa pulang dan membereskan pekerjaan rumanya. Walau ditengah jalan tia tersandung dan terjatuh tia pun menangis dan tidak mau jalan-jalan lagi tiba-tiba dengan nada keras tia bilang ibu guru ibu guru ada ayam (kata tia) dengan itu ayam kayak ayam tia, tia punya ayam ibu guru, iya saying tia punya ayam berapa dirumah (kata bu guru) banyak bu (kata tia) sambil mengejar ayam-ayam itu.

Pengamatan Keenam
Setelah kegiatan jalan-jalan dilingkungan sekitar sekolahan kemarin, pengamatan keenam wajah tia ceri sambil tersenyum didepan ibu guru memang tia yang pemberani itu dan mandiri dengan lantang bilang ibu guru ibu guru bando tia baru (kata tia) dibelikan sama siapa mbak tia , sama bapak dan ibu (kata tia) lalu tia pun duduk kembali setelah ibu guru member penjelasan dan pengertian serta menanyakan hewan apa saja yang dilihat waktu jalan-jalan kemarin , siapa yang masih ingat hewan apa yang dilihat kemarin (kata guru) lagi-lagi tia menjawab dengan suara yang sangat keras ayam bu ayam tia , pintar mbak tia, setelah itu dibagikan gambar ayam lalu kegiatan hari itu mewarnai gambar ayam.

Nama
Tia Amelia
Nama Panggilan
Tia
Tempat Pengamatan
PG AL FATIH
Pengamatan ke
7 dan 8

Pengamatan Ketujuh
Hari pengamatan ke tujuh tak biasanya tia masuk ke kelas dengan wajah cemberut dengan duduk dengan dian dan tenang seakan sunyi kelas ini tanpa ada nyanyian dari suara tia yang keras dan lantang setiap hari. Waktu di Tanya ibu guru kenapa cemberut mbak tia (tia pun tidak menjawab) tapi karena tia sudah biasa mandiri maka diapun masih tetap mengerjakan tugas sekolahnya dengan penuh tanggung jawab. Dan tia pun mengerjakan dtugas sekolahnya dengan baik.

Pengamatan Kedelapan
Waktu pengamatan ke delapan ini tia menceritakan tentang disekolahan yang cemberut tia menceritakan kepada ibunya pas ditanya bu guru tia tidak menjawab lalu  ibunya menasehati tia. Tadi emang kenapa kok tia cemberut (Tanya ibu) uang saku tia hilang bu (jawab tia) dngan halus dan lembut ibunya menasehati tia kalau perkataan itu tidak benar tia kan anak hebat pinter kalau ditanya bu gutu tia mau dong menjawab. Iya ibu (kata ibu) ibu tia berhasil menanamkan rasa percaya diri mandiri dan tanggung jawab pada tia.

Nama
Tia Amelia
Nama Panggilan
Tia
Tempat Pengamatan
PG AL FATIH
Pengamatan ke
9 dan 10

Pengamatan Kesembilan
Hari ini tia kegiatan disekolah tentang tema panca indra ibu guru memberikan pengarahan dan penejelasan tentang macam-macam panca indra dan kegunaannya hari ini tia sangat berantusias dengan pelajaran menghafal ini supaya tia besar nanti sehingga tia bisa mngahafal kegunaan panca indra lebih dulu ketinbang teman-temannya.

Pengamatan Kesepuluh
Pagi ini tia dating dengan wajah berseri-seri dengan sangat ceria, dengan lantang berucap salam kepada ibu guru dan menjabat tangan ibu guru seperti biasa dipagi hari tia memimpin upacara doa’a bersama. Sehabis itu ibu guru juga bertanya tentang kegiatan kemarin saat guru Tanya tia langsung memeberi jawaban ingatanya sungguh0sungguh kuat lalu ibu guru mengambil gambar macam-macam alat indra dan kegunaanya setelah ibu guru memberikan penjelasan lalu tian pun segera menyelesaikan tugasnya dengan penuh tanggung jawab.


Nama
Tia Amelia
Nama Panggilan
Tia
Tempat Pengamatan
PG AL FATIH
Pengamatan ke
11 dan 12


Pengamatan ke sebelas
Pengamatan esebelas seperti biasa tia dating dengan penuh semangat di dikelas untuk mengikuti kegiatan pelajaran disekolah. Selamat pagi tia (sapa ibu guru) selamat pagi bu (sahut tia) dengan kerasnya lalu tia menghampiri ibu guru dia berjabat tangan. Pagi ini ibu guru menjelaskan dan mengajarkan tentang kebutuhan ibu guru menunjukan gambar baju setelah tia langsung merenung, kenapa tia merenung, baju tia gak baru bu lalu ibu guru  menjelaskan dengan halus, sehingga tia bersemangat lagi untuk belajar kelompok dengan kesederhanaan dan ekonomis yang pas pasan tidak menurunkan semangat belajar tia

Pengamatan ke duabelas
Sesampainya di rumah tia meneliti dg kegiatan di sekolah tadi soal baju baru ibu tia juga selalu menangapi semua cerita keluh ksah tia dengan sabar dan telaten ibu tia menuturi tia walaupun dengan ekonomi yang serba pas pasan namun ibu bangga dengan tia karena tia anak yang mandiri, pinter, tidak sombong tia punya wajah yang cantik selalu sembari wajah tia langsung tersenyum manis









BAB IV
ANALISIS HASIL PENGAMATAN PERKEMBANGAN
TIA AMELIA ANGGREANI

a.       Aspek perkembangan bahasa
Memang tia sudah mengunakan dengan baik mengembangkan dalam bahasa, mandiri tia sudah mempu bercerita tentang semua kegiatan yang dilakukan walaupun dengan kata yang sederhana

b.      Aspek perkembangan nilai agama dan moral
Amanda tia dalam perkembangan nilai moral dan agama sudah ada peningkatan karena tia mampu menghormati arang tua dan ibu guru dan tia juga mampu menghafal do’a sederhana

c.       Aspek perkembangan fisik motorik
Aspek perkembangan fisik motorik ananda tia sudah bagus dengan tubuh yang sehat dan wajah yang cantik ananda tia mampu menirukan gerakan satu lagu dengan berirama

d.      Aspek perkembangan kognitif
Aspek perkembangan kognitif ananda tia sudah baik ananda tia mampu membedakan besar kecil ukuran menurut warna Amanda mampu memecahkan masalah sederhana dan ananda mampu menangkap sebab akibat terjadinya sesuatu

e.       Aspek perkembangan social emosional
Ananda tia dalam perkembangan social emosional ananda sangan bagus, karena ananda tia mampu bersikap atau berperilaku mandiri baik disekolah maupun di rumah (mengurus dirinya sendiri tanpa bantuan orang lain)

f.       Aspek perkembangan seni
Dalam aspek perkembangan seni ini ananda tia sudah baik karena ananda tia sudah mampu mengekpresikan diri dalam sebuah lagu dg berirama dan ananda sudah mulai mampu untuk meronce dan mengerakan dengan mandiri





BAB V
KESIMPULAN


Dengan apa yang telah diuraikan di atas bahwa dapat disimpulkan pola asuh dalam keluarga tia adalah usaha orang tua atau keluarga tia mempegaruhi aspek perkembangan dalam membina dan membimbing anak dari lahir sampai dengan cara keluarga ananda tia ini mempengaruhi pola asuh AUTHORITATIVE yang mana pola asuh ini selalu member dorongan pada ananda untuk bersikap mandiri dengan tetap menerapkan dan mengontrol perilaku ananda
Sehinga tia diajarkan untuk bisa mandiri oleh orang tua sehingga tia tumbuh sebagai anak yang selalu mandiri baik di sekolah maupun di rumah


Tuban, 28 November 2015

                   Mengetahui                                                   Pengamat
                    Orang tua


                HARIYANTO                                     SAYIDATI UMI HANIK



Dosen pembimbing



IFA ARISTYA SANDRA S.Pd M.Pd.



     
            Baju saya biru

Baju saya biru
Biru baju  saya
Kalau tidak biru
Buka baju saya

Bintang kecil
Bintang kecil, di langit yang tinggi
Amat banyak, menghias angkasa
Aku ingin, terbang dan menari
jauh tinggi ke tempat kau berada

Macam alat  indera

Mata untuk melihat
Telinga untuk mendengar
Hidung untuk mencium bau
Lidah untuk merasa
Kulit untuk meraba
Semua Tuhan yang mencipta
Ku gunakan untuk kebaikan
Karena aku anak sholeh dan beriman




DAFTAR PUSTAKA