Jumat, 01 Oktober 2021

Kuliner Malam Soko

Movetivi.com Kecamatan soko adalah kecamatan terbarat kabupaten di Tuban, kecamatan yang berbatasan langsung dengan kabupaten Bojonegoro itu pada malam hari juga menyajikan berbagai macam kuliner enak dan murah. Salah satunya deretan tempat makan dan bersantai di taman depan lapangan kecamatan Soko. 
Salah satunya adalah warung makan mbak Umi yang menjajakan kopi dan berbagai menu makan yang menggugah selera. Warung yang mulai buka dari jam 16.00 Wib dan tutup jam 02.00 pagi itu selalu ramai oleh pelanggan. Warung yang mulai berdiri sejak 5 bulan yang lalau itu berhasil menarik perhatian warga soko dan pengguna jalan yang kebetulan melintas di jalur Tuban-bojonegoro. Saat ditanya tentang hasil perharinya mbak umi sang pemilik warung mengaku gak pasti " ya gak pasti mas, kalau malam minggu bisa banyak tapi kalau hari biasa ya sedikit" tegas  mbak Umi gadis belia yang sedang sibuk membantu ibunya. "Kalau tempatnya ini bayar pertahun kedesa, dan listriknya per bulan" imbuh bu suyati pemilik warung saat ditemui movetivi.com jumat, 01 0ktober 2021. *(Bb)

Selasa, 15 Desember 2015

Sejarah Desa Plumpang (asal-usul) Versi 1

Pada suatu massa ada tiga tokoh pewayangan yaitu semar,gareng dan petruk yang merasa kalau bumi itu serong/miring karena posisi gunung kidul yang tidak seimbang (yang satu kecil dan yang satu besar) salah seorang tersebut yaitu semar berinisiatif memindahkan gunung yang kecil ke suatu daerah untuk menyeimbangkan posisi gunung kidul.
Mereka berunding untuk menyusun rencana pemindahan gunung tersebut,malam itu juga mereka akan memindahkan gunung kecil itu ke suatu daerah,mereka memikul gunung itu dengan kayu kelor yang dibalur pohon sembuan setelah dipikul di tengah perjalanan ada dua batu yang jatuh di suatu daerah mereka terburu-buru karena ada sereseorang yang memukul-mukul bakul yang tandanya hari akan pagi dan karena mereka takut ketahuan orang maka mereka meninggalkan batu tersebut di daerah itu.

Akhirnya Sampailah mereka disuatu tempat untuk meletakkan gunung itu dan semar berkata”akhirnya tugas kita sudah selesai dan sekarang bumi kita sudah tidak miring lagi dan posisi gunung kidul sudah seimbang”karena semar,gareng dan petruk memindahkan satu gunung yang kecil untuk menyeimbangkan gunung kidul maka mereka memberi nama gunung Ngimbang yang sampai sekarang terletak di Desa Ngimbang kecamatan Palang Kabupaten Tuban.

Dan dua batu yang tertinggal di suatu daerah tersebut mirip alu dan lumpang maka semar,gareng dan petruk menamakan daerah itu Plumpang yaitu nama alu dan lumpang yang di jadikan satu menjadi yang sekarang menjadi Desa Plumpang dan menjadi Kecamatan Plumpang yang terletak di Kabupaten Tuban sampai sekarang batu yang berbentuk alu dan lumpang itu masih ada.

Dahulu batu tersebut akan dipindahkan karena akan dibuat jalan raya dan ketika sudah dipindahkan ternyata batu itu kembali lagi ke tempat semula dan akan di pindahkan lagi tetapi tidak bisa alhasil batu itu sejak dahulu sampai sekarang masih ada tempat itu sekarang dijadikan makam Desa Plumpang dan batu itu berada di tengah-tengah makam yang dikelilingi pagar besi dan menjadi asal-usul Desa Plumpang.

Rabu, 15 Juli 2015

Sejarah Bandungrejo Plumpang

Sejarah Bandungrejo Plumpang
Diceritakan ±Tahun1968,disalah satu dusun Bandungrejo Kecamatan Plumpang, terungkap sejarah yang tidakdapat diremehkan keberadaannya.Bahwasanya tabir menyingkapsetelah berpuluh-puluh tahun kisah tentang senopati KartoWijaya.dan anehnya warga masyarakat pun yang berada disekitar pesarehan beliau tidak banyak yang mengetahui tentang kisahnya.
Inilahkisahnya………
Berawal dari salah satu tokoh yang masuk dalam ranji keturunan para wali yang bernama Pangeran Purabaya ± Tahun 1671-1687.Pangeran Purabaya memiliki tiga anak laki-laki yaitu : Marta Wijaya, KartoWijaya dan Wijaya Kusuma. Sejarah ini masih ada kaitannya dengan pemerintahan Singasari, Majapahit, Demak, dan Mataram.
Seiring bertambahnya usia dari ketiga putra Pangeran Purbaya tersebut, mereka akirnya tumbuh dewasa dan berkelana menempuh pendidikan dan mencari jati diri sesuai dengan keahlian masing-masing.
Dari ketiga putra Purabaya yang bernama Raden KartoWijaya inilah yang menyingkap sejarah serta yang menjadikan cikal bakal Desa Bandung Rejo Kecamatan Plumpang.
KartoWijaya merupakan sosok yang arif bijaksana dan memiliki jiwa kesatria yang cukup tinggi, sehingga beliau menjabat sebagai Senopati di Pemerintahan Mataram Hindu (kalau saat ini jabatan beliau sebagai Panglima TNI)
Pada jaman dahulu wilayah Nusantara di  kuasai oleh Pemerintahan Belanda, sehingga banyak masyarakat yang tersiksa akibat ulah antek-antek Belanda, hal inilah yang membuat KartoWijaya sangat sedih dan ingin membebaskan para masyarakat pribumi agar terbebas dari siksa Bangsa Belanda, dan lama kelamaan akirnya para antek Belanda mengetahui bahwasanya KartoWijaya akan mengadakan perlawanan terhadap Pemerintahan Belanda. Akirnya Karto wijaya  dijadikan sebagai target operasi Bangsa Belanda. KartoWijaya yang mengetahui bila dirinya sudah menjadi target operasi Belanda akirnya beliau melarikan diri dari Mataram menuju ke Kediri dan diteruskan masapelarianya sampai ke Tuban.

Nah dari sini senopati yang anti pemerintahan belanda tersebut atau KartoWijaya memiliki nama samaran yaitu “Jaya Karman” bersembunyi di sudut desa yang sangat terpencil.  Akhirnya beliau banyak mengatur strategi perang bahkan mengatur strategi untuk melawan antek penjajah Belanda agar segera sirnadari Tanah Air kita. Seiringdenganwaktumengasingkandiritersebutkarenamelihatkondisialamditempattersebut yang terhamparluastanahlapangdananehnyaantekbelandatidakbisameneroboswilayahtersebut, kononceritanyatanahtersebutmendapatkanSabdadariWalitanah yang tersamarkan.Ternyata di Desainimemangbanyaksekali di gunakanuntukberkumpulnyaparapreman, jagaldanpenjahatuntukmelancarkanaksinya. Dan denganhadirnyaKartoWijayabisamerangkuldanmanyatudenganwargaataumasyarakatdesaterpenciltersebut, akhirnyaKartoWijayamemberikannamadesatersebutdengannama“BANDUNG REJO”
            BANDUNG REJOdari kata “BANDUNG”artinyaMusuhdan“REJO”artinyaBanyak, jadipadawaktudahulu BANDUNG REJO sebagaitempatberkumpulnyaparamusuhatausarangpenjajah.
Dan masihdiceritakankuranglebihtahun 400 SM Prabu Air Langgapernahsinggah di desa Bandung RejoketikahendakmenujuWonogirisingahnyaAir Langgameniggalkanpetilasan yang ada di kanankiridesaBandungrejosepertidusunMbanget yang terletak di timurDesaBandungrejo yang diambildariAir Langga yang meratapinasipnyadenganmengucapkan “Duuhkok KEBANGEETEN temennasibku” sambatmeratapidanmemegangdadanyadandisampingnyalagiadaDusunNGGEBLAKyang diambilketikaAir Langgaketikakecapeanmerebahkantubuhnyaatauistilahjawanya“Nggeblakakentubuhnya”untukistirahat (wahmemanganehanehikiceritane) dansatulagiadadusun yang namanyaLANDEAN yang terletakdisebelahtimurdusunNgeblak yang diambildarikisah Air Langga yang sedangistirahatlagiistilahJawanyaAir Langgasedang“Landean” (istirahatsantaisantai)
SeiringdenganberjalannyawaktuDesa Bandung Rejotidaklagijaditempatpersembunyianparamusuhataupenjahat, dikarenakanadanyaKartoWijaya yang dapatmenaklukanparapenjahat yang bersarang di Desatersebut. Dan akhirnyabanyakkesatria yang berkunjungketempatitu,bahkanDesatersebutsebagaitempatberkumpulnyaparakesatriauntukmengujikemampuandiridansebagaitempatbertapabagiparakesatriatersebut.danBANDUNG REJOitusendirimemilikiartibersama-samautuksalingtolongmenolong, DikutipdaribahasaSansekerta.
Akhirnya±Th 1700 KartoWijayamenghembuskannafasterakirnya/meninggalduniapadasaatituberkabunglahparakesatria yang menimbailmu di bandungrejo, kehilangansosokkesatria yang relamelepaskanjabatanyyadanmengasingkandiriditempatterpencilsematamatatidakmaumenjadiantekBelanda, danbahkanbeliaubanyakberjasauntukmasyarakat demi membela Tanah air.
Selamaber Abad –abadlamanyakisahKartoWiyajaseperti di telanbumi.Dan ketikaTahun 1970 ditemukanlempenganbatuprasastidenganhurufpallawamengunakanbahasasansekertaolehMbahModinSunakowarga Bandung Rejo.Pesan yang tertulis di dalamPrasastitersebutadalah “Dadiyosatriyokangmujada, Berbukaingcandikala,Ajadadiyotanpalinga- linga, Bejasumatra.” Yang memilikiarti“jadilahkesatria yang baik, waspadajikaadabahaya, janganmemilikisifatsombongketikamenjadipemimpin.”
Sejaksaatitupesarean/makamMbahKartoWijayaatauMbah Jaya Karman seringdidatangiolehparapejabatuntukberziarahmendoakanarwahbeliau, sertamemangterbuktiMakamKrebut yang berada di DesaBandungRejomasihtersimpanseribumisteri, hanya Allah lah yang Maha Tau.
Besarharapan kami semogaPemerintahKabTubandapatmengupayakan agar PesareanataumakamMbahKarto yang ada di DesaBandungrejomendapatperhatian.dan kami ucapkanterimakasihuntukmbahmodinSunoko yang sampaisaatiniatasjasanyasebagaijurukuncidanmerawatmakamMbahKartoWijayatanpamengenalpamrih.
Sayakiracukupsampaidisinisejarah / kilasbaliktentangMbahKartoWijayasebagaipepundencikalbakalDesaBandungrejo.SemogamenjadikhasanahkuthaTuban