Diceritakan
±Tahun1968,disalah satu dusun Bandungrejo Kecamatan Plumpang, terungkap sejarah yang
tidakdapat diremehkan keberadaannya.Bahwasanya tabir menyingkapsetelah berpuluh-puluh tahun kisah tentang senopati KartoWijaya.dan anehnya warga masyarakat pun
yang berada disekitar pesarehan beliau tidak banyak yang mengetahui tentang kisahnya.
Inilahkisahnya………
Berawal dari salah satu tokoh yang
masuk dalam ranji keturunan para wali yang bernama Pangeran Purabaya ± Tahun
1671-1687.Pangeran Purabaya memiliki tiga anak laki-laki yaitu : Marta
Wijaya, KartoWijaya dan Wijaya Kusuma. Sejarah ini masih ada kaitannya dengan pemerintahan Singasari, Majapahit, Demak,
dan Mataram.
Seiring bertambahnya usia dari ketiga putra Pangeran Purbaya tersebut,
mereka akirnya tumbuh dewasa dan berkelana menempuh pendidikan dan mencari jati diri sesuai dengan keahlian masing-masing.
Dari
ketiga putra Purabaya yang bernama Raden KartoWijaya inilah yang
menyingkap sejarah serta yang menjadikan cikal bakal Desa Bandung Rejo Kecamatan Plumpang.
KartoWijaya merupakan sosok
yang arif bijaksana dan memiliki jiwa kesatria yang cukup tinggi,
sehingga beliau menjabat sebagai Senopati di Pemerintahan Mataram Hindu (kalau saat ini jabatan beliau sebagai Panglima
TNI)
Pada jaman dahulu wilayah Nusantara
di kuasai oleh Pemerintahan Belanda,
sehingga banyak masyarakat yang tersiksa akibat ulah antek-antek Belanda, hal inilah
yang membuat KartoWijaya sangat sedih dan ingin membebaskan para masyarakat pribumi agar
terbebas dari siksa Bangsa Belanda, dan lama kelamaan akirnya para antek Belanda mengetahui bahwasanya KartoWijaya akan mengadakan perlawanan terhadap Pemerintahan Belanda.
Akirnya Karto wijaya dijadikan sebagai
target operasi Bangsa Belanda. KartoWijaya yang mengetahui bila dirinya sudah menjadi
target operasi Belanda akirnya beliau melarikan diri dari Mataram menuju ke Kediri
dan diteruskan masapelarianya sampai ke Tuban.
Nah dari sini senopati yang anti
pemerintahan belanda tersebut atau KartoWijaya memiliki nama samaran yaitu “Jaya Karman” bersembunyi
di sudut desa yang sangat terpencil. Akhirnya beliau banyak mengatur strategi perang bahkan mengatur strategi untuk melawan antek penjajah Belanda
agar segera sirnadari Tanah Air kita.
Seiringdenganwaktumengasingkandiritersebutkarenamelihatkondisialamditempattersebut
yang terhamparluastanahlapangdananehnyaantekbelandatidakbisameneroboswilayahtersebut,
kononceritanyatanahtersebutmendapatkanSabdadariWalitanah yang
tersamarkan.Ternyata di Desainimemangbanyaksekali di
gunakanuntukberkumpulnyaparapreman, jagaldanpenjahatuntukmelancarkanaksinya.
Dan denganhadirnyaKartoWijayabisamerangkuldanmanyatudenganwargaataumasyarakatdesaterpenciltersebut,
akhirnyaKartoWijayamemberikannamadesatersebutdengannama“BANDUNG REJO”
BANDUNG REJOdari kata “BANDUNG”artinyaMusuhdan“REJO”artinyaBanyak, jadipadawaktudahulu BANDUNG REJO
sebagaitempatberkumpulnyaparamusuhatausarangpenjajah.
Dan masihdiceritakankuranglebihtahun
400 SM Prabu Air Langgapernahsinggah
di desa Bandung RejoketikahendakmenujuWonogirisingahnyaAir Langgameniggalkanpetilasan yang ada di
kanankiridesaBandungrejosepertidusunMbanget yang terletak di timurDesaBandungrejo
yang diambildariAir Langga yang
meratapinasipnyadenganmengucapkan “Duuhkok KEBANGEETEN temennasibku”
sambatmeratapidanmemegangdadanyadandisampingnyalagiadaDusunNGGEBLAKyang diambilketikaAir
Langgaketikakecapeanmerebahkantubuhnyaatauistilahjawanya“Nggeblakakentubuhnya”untukistirahat
(wahmemanganehanehikiceritane) dansatulagiadadusun yang namanyaLANDEAN yang
terletakdisebelahtimurdusunNgeblak yang diambildarikisah Air Langga yang sedangistirahatlagiistilahJawanyaAir Langgasedang“Landean” (istirahatsantaisantai)
SeiringdenganberjalannyawaktuDesa
Bandung Rejotidaklagijaditempatpersembunyianparamusuhataupenjahat, dikarenakanadanyaKartoWijaya
yang dapatmenaklukanparapenjahat yang bersarang di Desatersebut. Dan akhirnyabanyakkesatria
yang berkunjungketempatitu,bahkanDesatersebutsebagaitempatberkumpulnyaparakesatriauntukmengujikemampuandiridansebagaitempatbertapabagiparakesatriatersebut.danBANDUNG REJOitusendirimemilikiartibersama-samautuksalingtolongmenolong,
DikutipdaribahasaSansekerta.
Akhirnya±Th 1700 KartoWijayamenghembuskannafasterakirnya/meninggalduniapadasaatituberkabunglahparakesatria
yang menimbailmu di bandungrejo, kehilangansosokkesatria yang
relamelepaskanjabatanyyadanmengasingkandiriditempatterpencilsematamatatidakmaumenjadiantekBelanda,
danbahkanbeliaubanyakberjasauntukmasyarakat demi membela Tanah air.
Selamaber Abad
–abadlamanyakisahKartoWiyajaseperti di telanbumi.Dan ketikaTahun 1970
ditemukanlempenganbatuprasastidenganhurufpallawamengunakanbahasasansekertaolehMbahModinSunakowarga
Bandung Rejo.Pesan yang tertulis di dalamPrasastitersebutadalah “Dadiyosatriyokangmujada,
Berbukaingcandikala,Ajadadiyotanpalinga- linga, Bejasumatra.” Yang
memilikiarti“jadilahkesatria yang baik,
waspadajikaadabahaya, janganmemilikisifatsombongketikamenjadipemimpin.”
Sejaksaatitupesarean/makamMbahKartoWijayaatauMbah
Jaya Karman seringdidatangiolehparapejabatuntukberziarahmendoakanarwahbeliau,
sertamemangterbuktiMakamKrebut yang berada di DesaBandungRejomasihtersimpanseribumisteri,
hanya Allah lah yang Maha Tau.
Besarharapan kami
semogaPemerintahKabTubandapatmengupayakan agar PesareanataumakamMbahKarto yang
ada di DesaBandungrejomendapatperhatian.dan kami ucapkanterimakasihuntukmbahmodinSunoko
yang sampaisaatiniatasjasanyasebagaijurukuncidanmerawatmakamMbahKartoWijayatanpamengenalpamrih.
Sayakiracukupsampaidisinisejarah /
kilasbaliktentangMbahKartoWijayasebagaipepundencikalbakalDesaBandungrejo.SemogamenjadikhasanahkuthaTuban